Gaji CPNS 2024 Terbaru Per Golongan: Lengkap dengan Tunjangan dan Take Home Pay
Rincian lengkap gaji CPNS dan PNS berdasarkan PP No. 5 Tahun 2024 per golongan I–IV, tunjangan keluarga, tukin, uang makan, dan contoh perhitungan take home pay.

Gaji PNS ditentukan oleh banyak faktor sekaligus, mulai dari golongan dan pangkat, masa kerja, hingga tunjangan dari instansi tempat bertugas.
Artikel ini membahas tuntas struktur penghasilan PNS berdasarkan PP Gaji PNS Nomor 5 Tahun 2024 yang berlaku mulai 1 Januari 2024, dan rincian tunjangan yang menyertainya. Mari simak sampai akhir!
Faktor yang Memengaruhi Gaji PNS
Sebelum masuk ke angka, Anda perlu memahami dulu faktor apa saja yang menentukan besar kecilnya gaji PNS per bulan yang diterima seseorang. Berikut penjelasannya:
1. Golongan dan Ruang (Pangkat)
Golongan adalah fondasi dari seluruh sistem penggajian PNS. Terdapat empat golongan utama (I hingga IV), masing-masing terbagi dalam beberapa ruang (a, b, c, d).
Golongan tersebut mencerminkan tingkat pendidikan saat pertama diangkat dan jenjang karier yang sudah ditempuh. Semakin tinggi golongan, semakin besar gaji pokok yang diterima.
2. Masa Kerja Golongan (MKG)
MKG adalah lamanya seorang PNS berada di satu golongan tertentu. Setiap dua tahun sekali, MKG naik satu tingkat otomatis dan langsung menaikkan gaji pokok.
Artinya, dua PNS di golongan yang sama bisa menerima gaji PNS berbeda tergantung sudah berapa lama masing-masing bertugas.
3. Instansi Tempat Bekerja
Tunjangan Kinerja (Tukin) sangat bergantung pada kemampuan keuangan instansi. Kementerian pusat dengan anggaran besar bisa memberi tukin jauh lebih tinggi dibanding pemerintah daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) rendah. Golongan sama, instansi berbeda, penghasilan bisa beda dua kali lipat.
4. Pendidikan dan Jabatan
Tingkat pendidikan menentukan golongan awal saat pertama kali masuk sebagai PNS. Jabatan yang diemban, baik struktural maupun fungsional, menentukan jenis dan besaran tunjangan jabatan yang diterima setiap bulannya.
5. Kinerja dan Prestasi
Nilai kinerja pegawai memengaruhi besaran tunjangan kinerja yang diterima. Di banyak instansi, tukin tidak otomatis penuh, tetapi disesuaikan dengan capaian kinerja bulanan masing-masing pegawai.
6. Status Perkawinan dan Jumlah Tanggungan
PNS yang sudah menikah berhak atas tunjangan suami atau istri. Ada juga tunjangan anak untuk maksimal tiga anak (termasuk satu anak angkat).
7. Kebijakan Pemerintah dan APBN
Kenaikan gaji PNS sepenuhnya tergantung pada kebijakan pemerintah dan kemampuan APBN. Gaji PNS naik hanya ketika pemerintah menerbitkan regulasi baru. Kenaikan terakhir terjadi sebesar 8% melalui PP No. 5 Tahun 2024. Sebelumnya, gaji PNS stagnan sejak 2019.
Gaji PNS Berdasarkan Golongan
Berikut adalah daftar gaji PNS lengkap berdasarkan PP No. 5 Tahun 2024. Seluruh angka adalah gaji pokok dan belum termasuk tunjangan apa pun.
Golongan I
Golongan I adalah golongan terendah dalam struktur kepegawaian PNS. Golongan ini diperuntukkan bagi PNS dengan latar belakang pendidikan SD hingga SMP. Tugas yang diemban bersifat operasional dasar yang tidak membutuhkan keahlian teknis khusus.
Empat pangkat dalam Golongan I adalah Juru Muda (Ia), Juru Muda Tingkat I (Ib), Juru (Ic), dan Juru Tingkat I (Id).
| Golongan | Gaji Pokok Terendah | Gaji Pokok Tertinggi |
|---|---|---|
| Ia | Rp1.685.700 | Rp2.522.600 |
| Ib | Rp1.840.800 | Rp2.670.700 |
| Ic | Rp1.918.700 | Rp2.783.700 |
| Id | Rp1.999.900 | Rp2.901.400 |
Contoh perhitungan Golongan Ia:
Seorang PNS Golongan Ia di awal karier menerima gaji pokok Rp1.685.700. Ditambah tunjangan istri 10% (Rp168.570) dan tunjangan satu anak 2% (Rp33.714), total sebelum potongan sekitar Rp1.887.984. Setelah dipotong iuran pensiun 4,75% dan iuran kesehatan 1%, take home pay dari komponen gaji saja berada di kisaran Rp1.770.000-an, sebelum tunjangan instansi.
Golongan II
Golongan II diperuntukkan bagi PNS dengan pendidikan minimal SMA, SMK, hingga Diploma (D1 hingga D3). Tugas pada golongan ini lebih teknis dan umumnya mendukung fungsi administratif lembaga pemerintah. Gaji CPNS lulusan SMA masuk di Golongan IIa sebagai pangkat Pengatur Muda.
Empat pangkat dalam Golongan II: Pengatur Muda (IIa), Pengatur Muda Tingkat I (IIb), Pengatur (IIc), dan Pengatur Tingkat I (IId).
| Golongan | Gaji Pokok Terendah | Gaji Pokok Tertinggi |
|---|---|---|
| IIa | Rp2.184.000 | Rp3.643.400 |
| IIb | Rp2.385.000 | Rp3.797.500 |
| IIc | Rp2.485.900 | Rp3.958.200 |
| IId | Rp2.591.100 | Rp4.125.600 |
Contoh perhitungan Gaji PNS Golongan IIa:
CPNS baru Golongan IIa menerima gaji pokok Rp2.184.000. Setelah potongan iuran pensiun 4,75% (Rp103.740) dan iuran kesehatan 1% (Rp21.840), take home pay dari gaji pokok saja sekitar Rp2.058.000, belum termasuk tunjangan instansi.
Golongan III
Golongan III diperuntukkan bagi lulusan minimal S1 atau D4. Gaji PNS S1 yang baru diangkat sebagai CPNS berada di Golongan IIIa MKG 0, sementara lulusan S2 umumnya langsung masuk di IIIb. Golongan III memiliki tanggung jawab yang lebih besar, termasuk dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan.
Empat pangkat dalam Golongan III: Penata Muda (IIIa), Penata Muda Tingkat I (IIIb), Penata (IIIc), dan Penata Tingkat I (IIId).
| Golongan | Gaji Pokok Terendah | Gaji Pokok Tertinggi |
|---|---|---|
| IIIa | Rp2.785.700 | Rp4.575.200 |
| IIIb | Rp2.903.600 | Rp4.768.800 |
| IIIc | Rp3.026.400 | Rp4.970.500 |
| IIId | Rp3.154.400 | Rp5.180.700 |
Contoh perhitungan Gaji PNS Golongan IIIa:
Gaji PNS Golongan IIIa dengan masa kerja 0 tahun adalah sekitar Rp2.785.700 per bulan. Jika sudah menikah dan memiliki satu anak, pegawai akan mendapat tunjangan istri 10% dan tunjangan anak 2% dari gaji pokok, sehingga total penghasilan bisa mencapai sekitar Rp3,9 juta per bulan, belum termasuk tunjangan kinerja atau tunjangan lainnya.
Golongan IV
Golongan IV adalah yang tertinggi dalam struktur penggajian PNS. Golongan ini umumnya ditempati oleh pejabat struktural senior, guru besar, atau pejabat fungsional ahli utama. Untuk mencapai golongan ini, PNS umumnya harus memiliki kualifikasi minimal S2, Profesi, atau S3 tergantung jabatan yang diemban.
Lima pangkat dalam Golongan IV: Pembina (IVa), Pembina Tingkat I (IVb), Pembina Utama Muda (IVc), Pembina Utama Madya (IVd), dan Pembina Utama (IVe).
| Golongan | Gaji Pokok Terendah | Gaji Pokok Tertinggi |
|---|---|---|
| IVa | Rp3.287.800 | Rp5.399.900 |
| IVb | Rp3.426.900 | Rp5.628.300 |
| IVc | Rp3.571.900 | Rp5.866.400 |
| IVd | Rp3.723.000 | Rp6.114.500 |
| IVe | Rp3.880.400 | Rp6.373.200 |
Contoh perhitungan Gaji PNS Golongan IVa:
Seorang PNS IVa dengan MKG 14 menerima gaji pokok Rp4.084.900. Di kementerian dengan tunjangan kinerja besar, total penghasilan kotor bisa melampaui Rp20 juta. Di instansi daerah dengan anggaran terbatas, total penghasilan mungkin hanya dua kali lipatnya saja. Golongan sama, instansi berbeda, hasilnya bisa jauh berbeda.
Tunjangan PNS Apa Saja
Gaji pokok hanyalah satu bagian dari keseluruhan penghasilan PNS. Tunjangan PNS sering kali nilainya justru lebih besar dari gaji pokok itu sendiri. Berikut rincian tunjangan PNS yang umum diterima setiap bulannya.
1. Tunjangan Keluarga
Tunjangan keluarga terbagi menjadi dua jenis:
- Tunjangan suami/istri sebesar 10% dari gaji pokok. Jika keduanya sama-sama PNS, tunjangan diberikan kepada yang bergaji pokok lebih tinggi.
- Tunjangan anak sebesar 2% per anak dari gaji pokok, untuk maksimal tiga anak termasuk satu anak angkat, dengan syarat anak belum berusia 21 tahun, belum menikah, dan belum berpenghasilan sendiri.
2. Tunjangan Jabatan
Tunjangan jabatan terbagi menjadi tiga jenis:
- Tunjangan jabatan struktural — diberikan kepada PNS yang menduduki jabatan eselon, diatur dalam Perpres No. 26 Tahun 2007.
- Tunjangan jabatan fungsional — diberikan kepada PNS di jabatan fungsional tertentu seperti guru, dokter, atau auditor, dengan besaran mengikuti Perpres rumpun jabatan masing-masing.
- Tunjangan umum — diberikan kepada PNS yang tidak menerima salah satu dari dua tunjangan jabatan di atas, diatur dalam Perpres No. 12 Tahun 2006.
3. Tunjangan Beras
Tunjangan pangan diberikan dalam bentuk natura berupa beras sebanyak 10 kg per orang per bulan, atau dalam bentuk uang senilai Rp7.242 per kilogram sesuai Peraturan Dirjen Perbendaharaan No. 67 Tahun 2020. Tunjangan ini berlaku untuk PNS beserta anggota keluarga yang terdaftar dalam daftar gaji.
4. Tunjangan Kinerja (Tukin) atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)
Tukin adalah komponen penghasilan PNS yang paling besar sekaligus paling bervariasi:
- Di instansi pusat disebut Tunjangan Kinerja, ditetapkan melalui Perpres.
- Di pemerintah daerah dikenal sebagai TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), ditetapkan lewat Peraturan Daerah.
Besarannya bergantung pada kelas jabatan, hasil evaluasi, dan kemampuan anggaran instansi. Selisih tukin antarinstansi bisa sangat signifikan — bahkan untuk golongan yang sama.
5. Uang Makan
Uang makan diberikan berdasarkan presensi hari kerja dengan besaran berbeda per golongan:
| Golongan | Uang Makan per Hari Kerja |
|---|---|
| I dan II | Rp35.000 |
| III | Rp37.000 |
| IV | Rp41.000 |
Tunjangan ini dikenai PPh Pasal 21 dan hanya berlaku untuk PNS instansi pusat. Untuk PNS daerah, kebijakan uang makan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah masing-masing.
6. Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13
Setiap tahun, pemerintah memberikan THR dan gaji ke-13 kepada seluruh PNS. Nilainya biasanya setara dengan satu bulan penghasilan yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan yang melekat.
Kesimpulan
Penghasilan PNS bukan sekadar gaji pokok — melainkan kombinasi antara gaji pokok, berbagai tunjangan bulanan, dan komponen tahunan seperti THR dan gaji ke-13. Angka total yang diterima sangat bervariasi tergantung golongan, instansi, jabatan, dan masa kerja.
Golongan yang sama bisa menghasilkan take home pay yang sangat berbeda antara kementerian pusat dan pemerintah daerah. Itulah mengapa memilih formasi yang tepat — bukan sekadar yang peluangnya besar — adalah bagian penting dari strategi mendaftar CPNS.
Tidak heran jika profesi PNS masih menjadi salah satu pekerjaan paling diminati di Indonesia. Selain stabilitas karier, sistem pensiun dan berbagai tunjangan jangka panjangnya memberikan kepastian finansial yang sulit ditandingi sektor swasta.
Sudah tahu berapa gaji PNS yang akan kamu terima?
Sekarang saatnya memastikan kamu bisa sampai ke sana. Langkah pertama adalah lolos SKD — dan itu butuh latihan yang konsisten. Coba simulasi SKD gratis di TestPrep: lengkap TWK, TIU, TKP, skor instan, dan pembahasan detail setiap soal.
